Koleksi Kebaya Kontemporer untuk Segala Acara

Koleksi Kebaya Kontemporer untuk Segala AcaraKoleksi Kebaya Kontemporer untuk Segala Acara – Sudah tak diragukan lagi begitu banyak Kekayaan ragam busana tradisional Nusantara tak ada habisnya tak heran hal ini menjadi sumber inspirasi para desainer dalam berkreasi menciptakan mode mode baru yang akan menjadi trend busana selanjutnya. Hal inilah yang mendasari Ida Wangie dengan mitra desainernya, Tomy dalam koleksinya bertema Traditionally Beautiful pada pergelaran busana di Mahligai Megah Nusantara. Sekitar 15 koleksi padu padan desain kebaya kontemporer diperagakan. Membawa brand Wangie Fashion House and Designer, Ida dan Tomy menunjukkan berbagai busana dan kain tradisional khas Indonesia cantik dan apik dipadupadankan.

kebaya koleksinya wearable dan diperuntukkan untuk berbagai event, mulai dari pernikahan hingga acara formal yang bertemakan kain dan busana tradisional. Mengenakan busana karya Ida dan Tomy, seperti menampilkan Indonesia dengan konsep desain kontemporer dalam balutan busana. Dengan Konsep berbusana seperti ini memang menjadi misi utama koleksi Wangie Fashion House.

Ida yang banyak terinspirasi dari kebaya khas Sumedang, dan tidak lupa Ida juga ikut meramaikan pagelaran dengan ikut memperagakan busana pengantin perempuan yang dimodifikasi pada bagian bustier. Berbeda dengan busana asli pengantin Sumedang, kreasi desain Ida membuat kebaya dan bustier menyatu dengan aksen kerut yang cantik.

“Melakukan inovasi boleh saja asalkan tidak meninggalkan basic-nya. Ada pakem yang tidak bisa ditinggalkan, seperti panjang kebaya khas Sumedang yang berada di bawah panggul dan runcing ke depan,” kata Ida menyampaikan persepsinya tentang modifikasi busana pengantin tradisional.

Kreasi desain yang Ida lakukan pada busana pengantin Sumedang memang tak melanggar pakem. Kreativitas desainer ini berfokus pada detil di bagian bustier dan kerah, tanpa mengubah panjang kebayanya.

Wangie Fashion House yang fokus pada desain kebaya berani bermain warna. Tak hanya warna kalem seperti krem, Ida juga memilih warna hijau dan merah untuk padu padan kebayanya.

Modifikasi kebaya tanpa meninggalkan kesan tradisional juga didapati pada detil bordir yang dibuat dengan tangan (handmade). Teknik pembuatan kebaya Ida memang lebih sulit. Namun tak jadi soal demi memberikan sentuhan langsung dari tangan desainernya di setiap koleksi busana kebaya.

Lantas model busana tradisi apa saja yang membuat koleksi kebaya Wangie Fashion House lebih kaya? “Dalam salah satu koleksi kebaya ada modifikasi batik Yogyakarta dan batik Lasem. Selain juga aksen bordir terinspirasi dari ukiran Bali yang diaplikasikan dalam kebaya. Ada juga padu padan dengan kain songket Palembang atau kain tenun Pande Sikek dari Padang. Lalu kain songket Tarutung dari Sumatra Utara dan kain songket suku Karo,” jelasnya.

Sedangkan untuk model kebaya, konsep baju kurung juga diaplikasikan dalam desain Ida Wangie. Detil pada kebaya juga terilhami dari tanduk rumah Minang yang diaplikasikan di bagian padding kebaya dengan menggunakan bahan Ulos. Jahitan konstruksi disebutkan Ida dan Tomy sebagai teknik yang digunakan untuk mencipta beberapa desain kebaya yang unik dan khas berkarakter Indonesia.

Desain busana apik dan unik ini tepat dikoleksi, apalagi jika Anda seringkali mendapat undangan acara seni dan tradisi. Memiliki busana daerah yang lebih kontemporer juga menjadi salah satu cara mempromosikan budaya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s