Apakah benar Allya Siska meninggal setelah Terapi Chiropractic?

Putri mantan pejabat PLN itu meninggal setelah menjalani terapi di klinik Chiropractic 2 kali sekaligus dalam sehari

Di bawah artikel ini ada video bagaimana cara praktek terapi Chiropractic

allya siska korban chiropractic

allya siska korban chiropractic

Allya Siska Nadya (33) dilaporkan meninggal beberapa jam setelah perawatan di klinik Chiropractic First di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada 6 Agustus 2015. Orangtua korban kemudian melapor kasus kematian tidak wajar wanita kelahiran 1982 ini ke Polda Metro Jaya dengan dugaan malpraktik pada 12 Agustus 2015.

Allya Siska, yang merupakan putri mantan Wakil Direktur Komunikasi Perusahaan Listrik Negara Alvian Helmy Hasjim, menjalani terapi di klinik ini 2 kali sekaligus dalam sehari, yakni pada pukul 13.00 WIB dan 18.30 WIB.

Malam harinya, Allya Siska mengeluh nyeri hebat di bagian leher dan akhirnya dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) RS Pondok Indah. Kondisinya semakin memburuk, hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir pada pukul 06.15 WIB keesokan harinya.

Diketahui, Allya Siska pertama kali datang pada 5 Agustus 2015 untuk menjalani assesement dengan seorang terapis asal Amerika Serikat, dr Randall Cafferty. Namun, hingga kini keberadaan Randall justru tidak diketahui.

Gelar perkara atas kasus tersebut telah dilakukan. Dalam gelar perkara tersebut polisi telah melakukan penyelidikan dan penyidikan. “Kami sudah interview pelapor, saksi-saksi, mengecek dan olah TKP serta telah mengecek barang bukti berupa foto-foto,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Krishna Murti.

Krishna membantah aparat lambat dalam menangani kasus dugaan malpraktik Chiropractic dengan korban Allya Siska. Menurut dia, proses penanganan kasus ini mendapatkan beberapa hambatan. Salah satunya adalah keengganan keluarga korban untuk menyetujui autopsi terhadap jasad Allya.

“Karenanya penyidik kesulitan untuk menerapkan pasal 359 KUHP, sehingga penyidik fokus pada proses penanganan terlapor terhadap korban sebelum kematian sebagaimana pasal 78 dan 79 UU No 29/2004,” katanya.

Ahok minta klinik ditutup

Terkait dugaan malpraktik tersebut, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama telah memerintahkan agar klinik tersebut disegel. Sebab, menurut Ahok–sapaannya– klinik Chiropractic First tak memiliki izin praktik.

“Mereka mengakui bahwa tidak punya izin apapun di situ. Tadi pagi saya lapor ke Pak Gubernur, diinstruksikan untuk disegel dan diberhentikan,” ujar Kadis Kesehatan (Kadinkes) DKI Kusmedi di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis 7 Januari 2015.

Kusmedi menegaskan terapi chiropractic sejatinya bukan bagian dari ilmu kesehatan. Karenanya, perizinan klinik Chiropractic First itu pun tidak diberikan oleh Dinkes DKI.

Menurutnya, chiropractic itu masuk dalam kategori jenis pengobatan tradisional. Dari klasifikasi pengobatan di Amerika Serikat (AS), jenis terapi ini masuk dalam kategori pengobatan tradisional. Di mana, seharusnya perizinan diurus ke Dinas Kesehatan. Namun untuk memastikan lebih lanjut, Kusmedi pun berkoordinasi dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

“Kalau tenaga asing (izinnya) ke Kemenkes, kalau pengobatan tradisionalnya ke kita (Dinkes). Begitu juga pengawasannya kita,” lanjutnya.

Kusmedi menyebut, klinik terapi itu tersebar di 10 titik. Pihaknya bahkan akan menutup salah satu klinik yang menjadi pusat terapi di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan siang ini.

Dia menyebut rata-rata jenis usaha Klinik Chiropatic First dibuka di mal. Menurut informasi, klinik itu sudah beroperasi sejak 5 tahun. Pihaknya akan melakukan penertiban di sejumlah mal untuk menutup usaha praktik tersebut.

berikut video salah satu praktik Chiropractic


Akhir-akhir ini heboh dengan Chiropracticsatu di antaranya lantaran ada pasien yang meninggal diduga korban malapraktik teknik ini.

Terapi chiropractic diduga sebagai penyebab tewasnya Allya Siska Nadya (30), putri mantan petinggi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Alfian Helmy Hasjim.

Sebanyak 11 saksi telah diperiksa terkait dugaan malapraktik itu, tiga diantaranya merupakan saksi ahli yang berasal dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan ahli chiropractic, Kamis (7/1/2016).

Terapi yang diperkenalkan di Amerika Serikat sejak tahun 1895 oleh Daniel David Palmer ini sebenarnya menjadi terapi andalan bagi mereka yang mengalami gangguan tulang punggung.

Kata Chiropractic sendiri berasal dari bahasa Yunani yang bisa diartikan sebagai “dilakukan dengan tangan”.

Video berdurasi satu menit ini mendadak tersebar via aplikasi messenger WhatsApp.

Mendadak video tersebut menyebar antar pengguna smartphone dan penelusuran Tribunnews.com ternyata video ini sudah lama sejak 14 Mei 2013 oleh akun Rhett & Link diunggah diYouTube.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s