GAGAL SAAT DIUJI KEBAHAGIAAN

muslimahGAGAL SAAT DIUJI KEBAHAGIAAN
“Waspadalah, celaka itu tak mesti karena musibah, tapi bisa saja karena kenikmatan harta, kedudukan maupun jabatan.”

Dalam kitab ‘Iddat al-Shabirin jilid 1 hal 50 dikutip pernyataan Abdurrahman bin ‘Auf, sahabat yang kaya raya itu. Beliau berkata: “Ketika kita diuji dengan derita, kita masih bisa bersabar. Namun ketika kita diuji kebahagiaan, kita gagal untuk sabar.” Kesabaran diperlukan tak hanya ketika kita mendapatkan musibah, namun juga ketika kita mendapatkan kenikmatan.

Seekor kera yang sedang naik pohon kelapa menyadari bahwa ada angin puting beliung yang sedang menuju ke tempat ia berada. Kera itu memejamkan mata sambil memegang erat pohon kelapa itu dengan pegangan yang menjadikan tubuhnya menyatu rekat dengan pohon. Angin puting beliung itupun lewat, sang kera selamat. Dalam satu bulan, tak cuma sekali angin itu datang menguji kehidupan kera, namun dengan cara yang sama si kera itu selamat.

Suatu waktu, alam begitu damai, sinar mentari betul-betul menampilkan potensi terbaiknya, anginpun sepoi-sepoi menyapa keseluruhan dahan dengan elusan penuh rasa. Semua makhluk terpesona, termasuk kera yang terlatih dengan derita itu.

Kera itu naik ke pohon kelapa langganannya sambil senyum menghirup udara segar. Kera itu menikmati sekali senandung alam hari itu. Di ketinggian pohon itu si kera lebih merasa nikmat dengan angin sepoi yang langsung menyentuh bulu-bulu tubuhnya tanpa terhalangi dahan lainnya. Sejuknya angin menjadikannya ngantuk, longgarlah pelukannya ke pohon, jatuhlah ia ke atas tanah.

Betapa sering kita seperti si kera itu. Berpegang kuat pada tali agama ketika sedang susah, melepaskan pegangan ketika sedang bahagia sambil merasa bebas berbuat apa saja seakan tak mungkin ada sesuatu yang membuat kita jatuh. Tetaplah waspada, celaka itu tak mesti karena musibah, bisa saja karena kenikmatan harta dan kedudukan.

maka dari itulah kita harus tau bagai mana cara menanggapi semua masalah agar kita tidak terlepas dari ikatan yang selama itu kita pegang dengan erat karena masalah bisa datang kapan saja dan tanpa ada satu manusiapun yang bisa  menolaknya

dan besyukurlah atas apa yang kita dapat dan jangan terlena atas apa yang kita peroleh karena semua itu butuh proses yang cukup panjang dan jangan sampai kita jatuh begitu saja

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s